Sabtu, 31 Juli 2010

Ambisi Ibu Membuat Anak Pusing

Posted by vidila on August 6, 2009

ipam3Tahun ajaran baru sudah dimulai. Para ibu mulai mengantar dan menjemput anak-anak yang masih di sekolah dasar. Halaman sekolah pun mulai ramai, ibu-ibu muda mengobrol sambil menunggu anak-anaknya, berbagi cerita liburan dan pengalaman, bahkan berjualan dari pakaian, aksesori, tas tangan, sepatu, hingga sandal.

Banyak pula aktivitas sosial positif berkembang, tali silaturahim antarorangtua terjalin akrab. Tetapi, tanpa terasa, keakraban tersebut ada kalanya berkembang ke arah berbagai macam persaingan. Andai persaingan masih dalam koridor antarorangtua, toleransi masih terjaga.

Bila persaingan mengarah pada prestasi belajar dan prestasi sosial anak-anaknya, maka dampak eksesif dapat melanda motivasi belajar anak.

Les matematika, les berenang, les piano, les gitar, les gambar, les pelajaran sekolah seperti matematika, IPA, bahasa Inggris, dan bahasa Mandarin, menjadi bahan perbandingan prestasi. Maka, ibu-ibu saling tukar informasi, di mana anak-anak harus ikut les menjadi informasi yang terus dicari. Sepulang sekolah anak langsung dikirim ke rumah guru berbagai macam les sehingga pulang ke rumah menjelang senja.

Makan siang di mobil dalam perjalanan ke tempat les. Sampai di rumah mandi, makan, dicek lagi penguasaan bahan ulangan untuk esoknya, hingga pukul 21.00. Anak tidur kelelahan dan bila saat menjelang tidur anak belum hafal betul pelajaran yang diulangkan, keesokannya anak dibangunkan pukul 05.00 untuk mengulang lagi.

Mengapa sampai demikian repotnya menghadapi ulangan sekolah dasar? Karena si S, teman sekelas K, ulangan matematika mendapat angka 9, sementara si K cuma dapat 6, misalnya. Kondisi ini membuat ibu K bingung mencari guru les paling ”hebat”.

Waktu bermain K dikurangi karena harus les tambahan agar prestasi belajar meningkat. Untuk itu, kecuali K harus berlatih membuat soal matematika dari guru les, di rumah harus mengulang berlatih matematika dengan pengasuhnya yang kebetulan lulusan SMP.

Belajar bagi K akhirnya menjadi peristiwa heboh, padahal dia baru kelas III SD. Bila anak kurang rapi mencatat pelajaran, maka ibu akan sibuk menelepon teman-teman anak yang pandai untuk dipinjam buku catatannya. Ibu mengopi untuk bahan pelajaran anaknya yang akan menghadapi ulangan keesokannya.

Kasus

”Ibu, anak saya laki-laki kelas III (E, 9) tidak bisa berkonsentrasi. Kalau belajar di rumah kelihatannya sudah hafal betul, tetapi saat ulangan kata anak saya ‘lupa’ semua, enggak ada yang ingat. Ulangan sains atau matematika dapat 3 dan 4. Maunya main saja. Kalau pembantunya membacakan bahan ulangan, tangannya tidak pernah lepas dari mainan lego atau mobil-mobilan kecil.

Terkadang pagi sebelum mandi disuruh menghafal pelajaran yang akan diulangkan hari itu. Di rumah terlihat sudah hafal betul, tettapi nilainya tidak pernah lebih dari 5. Kenapa, ya , Bu?

Memang E tidak pernah tidak naik kelas, tetapi ya, begitulah nilainya, pas-pasan saja untuk kenaikan. Sedih saya, Bu. Bagaimana membuat konsentrasi anak bisa terpusat pada pelajaran, Bu?” Demikian ibu dari E (ibu rumah tangga, 38).

Selanjutnya ibu E bercerita, pengasuh E adalah pembantu yang baik dan sangat sayang kepada E sehingga sangat meladeni dan selalu menyiapkan seluruh kebutuhan sekolah E, termasuk menata buku dan peralatan sekolah. Berpakaian pun, bahkan memasang kaus kaki, E masih dibantu. Sering E kurang teliti menuliskan tugas pekerjaan rumah dari sekolah, maka ibu akan mencari informasi dari teman E tentang tugas yang harus dikerjakan E.

Hasil pemeriksaan psikologi atas E menunjukkan E anak yang cerdas, bisa duduk diam dalam waktu relatif lama, membuat gambar pemandangan (E mengatakan paling suka menggambar pemandangan) dengan konsentrasi dan ketekunan kerja yang amat mengagumkan. Gambar dengan cermat dipulas krayon, dengan kombinasi warna menarik serta hasilnya indah dan rapi.

Kemampuan menyusun kalimat sangat baik untuk usianya, E juga anak yang mudah akrab dan kooperatif. Taraf ketajaman daya analisis untuk rentang usianya pun jauh melebihi rata-rata anak seusia. Menurut E, sepulang sekolah dari siang hingga sore, kecuali hari Minggu, E harus ikut les matematika, bahasa Madarin, bahasa Inggris, pelajaran sekolah dan les tenis pada Sabtu sore. Hari Minggu biasanya pergi ke mal dengan ayah dan ibunya.

Analisis

1. Persaingan terselubung di antara para ibu membuat anak tanpa disadari menjadi obyek penderita karena dijadikan alat memuaskan ambisi prestasi ibunya dengan melimpahkan beban kepada anak dan menuntut anak melakukan bermacam les yang belum tentu diperlukan dan disukai anak.

2. Terjadi proses pengalihan tanggung jawab belajar/sekolah dari anak sebagai subyek yang bersekolah kepada ibu dan pengasuhnya. Dengan kata lain, ibu dan pengasuhnyalah yang bersekolah di SD.

3. Anak menjadi subyek pasif dalam kegiatan belajar karena hanya bereaksi dan menunggu hasil kerja keras ibu dan pengasuhnya, sehingga tampak seolah tidak mampu berkonsentrasi.

4. Anak kehilangan hak memilih aktivitas jenis permainan dengan bebas karena padatnya acara berbagai macam les yang harus diikutinya. Padahal bermain dengan memilih permainan sesuai dengan hasrat serta minat anak identik dengan belajar keterampilan hidup yang memicu motivasi anak untuk menunjukkan prestasi sosialnya kelak kemudian hari.

5. Khusus untuk E, dari prestasi belajarnya E terkesan tidak mampu memusatkan perhatian (berkonsentrasi) yang antara lain disebabkan perannya sebagai subyek pasif dalam proses belajar. Padahal tanpa konsentrasi anak tidak mungkin mampu menggambar pemandangan indah dengan susunan pilihan warna krayon yang indah atau menyusun lego hingga menjadikannya kapal terbang yang dapat menggelinding.

Jadi, hendaknya lakukanlah evaluasi, sejauh manakah urgensi anak untuk mengikuti berbagai les pelajaran dan berbagai keterampilan yang serta-merta membuat anak justru mengalihkan tanggung jawab belajarnya kepada ibu dan pengasuhnya yang ”baik” tadi. Secara bertahap ibu dan pengasuh harus mundur dari peran mendominasi proses belajar anak, dalam hal ini, bagi upaya mencari solusi pada kasus E

Sikas

Posted by vidila on August 7, 2009

sikasKonon sikas sudah ada sejak zaman dinosaurus. Daunnya tajam-tajam, tampilannya eksotik. Batangnya bertekstur kasar, mungkin mirip kulit dinosaurus.

Sikas diperkirakan sudah berusia ratusan juta tahun. Usianya ini tergolong purba. Makanya, sikas pun banyak dicari orang.

Habitat sikas tersebar di berbagai benua di dunia. Asia termasuk di dalamnya. Sebagai bagian dari Asia, Indonesia merupakan salah satu habitat sikas. Sumatera adalah habitat terbesarnya. Jenis revoluta paling banyak ditemui. Sekilas melihat perawakan sikas revoluta boleh dikata mirip dengan pohon kurma. Batangnya bersisik, mirip nanas. Daunnya runcing, seperti jarum, berwarna hijau tua.

Pertumbuhan tanaman purba ini terbilang lambat. Dalam satu tahun, ia hanya bertambah tinggi kira-kira 10 cm. Begitu pula dengan kemunculan daunnya. Tidak lebih dari satu helai daun, setiap tahun. Pertumbuhan yang lambat ini menjadi salah satu faktor yang membuatnya mahal.

Anakan sikas revoluta biasanya dijual dengan harga Rp 75.000-Rp 150.000 per pot. Sedangkan harga sikas yang tingginya mencapai kurang lebih 1 meter, bisa mencapai Rp1 juta-Rp 3 juta. Sikas yang diimpor dari Meksiko dan Afrika harganya lebih mahal.

Satu lagi keistimewaan tanaman yang termasuk langka ini. Ia tak rewel, tak menuntut banyak perhatian, dan bandel. Sikas sangat menyukai sinar matahari. Ia bisa diletakkan di dalam maupun luar ruangan. Penyiraman pun tak perlu sering dilakukan. Cukup satu sampai dua kali dalam satu minggu.

Kunci kesuburannya, seperti juga pada tanaman lain, adalah media tanam. Sikas membutuhkan media tanam yang porositasnya tinggi. Anda bisa gunakan campuran pasir malang dan tanah. Agar lebih subur, beri pupuk kandang.

Ingin memperbanyak sikas? Secara alami sikas berkembang biak secara generatif, dengan kawin dan biji. Bisa juga secara vegetatif, dengan pemisahan anakan

Kiat Membuat Puding

Posted by vidila on August 7, 2009

pudingPuding biasanya dimakan dalam keadaan dingin sebagai hidangan penutup setelah makanan utama. Bagaimana cara membuat puding yang baik dan enak, simak kiat berikut ini:

1. Sebelum dipakai, wadah untuk puding sebaiknya dibasahi dulu dengan air matang, agar puding mudah lepas dari wadahnya.
2. Rebus air, gula dan agar-agar sekaligus. Memasukkan agar-agar bubuk saat air sedang panas, akan membuat puding menggumpal.
3. Jika campuran puding berupa jus buah, sebaiknya jus dicampur setelah agar-agar mendidih. Jika jus buah dimasak bersama agar-agar bubuk, maka hasilnya puding tidak akan mengeras.
4. Jika campuran puding terdiri dari susu dan air koktail, masaklah susu lebih dulu dengan agar-agar bubuk sampai mendidih, kemudian baru campurkan air koktailnya. Kalau air koktail dicampur sejak awal, susu akan pecah.
5. Jika menggunakan kuning telur, sebaiknya tidak dimasak bersamaan dengan agar-agar, karena kuning telur akan matang dan menimbulkan bercak-bercak seperti serabut. Sebaiknya campur kuning telur dengan sedikit agar-agar panas, aduk hingga rata, baru dicampur ke agar-agar mendidih.
6. Bila campurannya putih telur, kocok dulu hingga kaku, baru dicampurkan ke agar-agar yang sudah tidak terlalu panas. Dengan demikian, agar-agar dan putih telur akan tercampur rata.
7. Agar-agar yang telanjur mengeras sebelum dipakai bisa dicairkan kembali dengan jalan di-tim. Atau dimasak ulang dengan tambahan sedikit air matang dan aduk sampai mencair kembali.

alan-jalan ke Kampung Halaman

Posted by vidila on August 7, 2009

malang
Mumpung lagi musim mudik, travel tips kali ini topiknya tentang heritage travel. Heritage travel merupakan perjalanan ke suatu kawasan, tempat, atau situs bersejarah yang berkaitan dengan asal-usul si pejalan.

Mudik sejatinya juga adalah tindakan kembali ke asal. Semua orang pernah mudik karena kita semua berasal dari suatu tempat. Entah dulu nenek moyang, orang tua, atau bahkan kita sendiri mengarungi lautan atau hanya melintasi batas wilayah daratan untuk mencari penghidupan yang lebih baik.

Kembali ke heritage travel. Sekarang ini, semakin banyak traveler menemukan akar dari garis darah mereka melalui heritage travel. Perjalanan jenis ini menggabungkan kegairahan, relaksasi, kaitan antara liburan dengan pendidikan sejarah. Namun ini bukan pelajaran sejarah biasa, dimana Anda akan tertidur setelah memasuki bab kedua. Ketika subyek pelajarannya adalah tentang sejarah keluarga Anda, Anda akan merasa nikmat dan nyaman duduk di deretan terdepan.

Saat menemukan kembali akar keluarga melalui heritage travel, Anda bisa terharu, terutama bila latar belakang budaya Anda berbeda dengan pasangan Anda. Berbagi heritagedengan pasangan baru atau dengan anak-anak dapat membuat semakin banyak orang melewatkan kesenangan di taman-taman hiburan dunia dan berlayar menuju tanah nenek moyang mereka.

Beragam wajah heritage tourism

Heritage tourism adalah perjalanan untuk menikmati tempat, monumen atau museum dan relikwi yang bercerita tentang orang, budaya maupun ras. Ceritanya seringkali mewakili gambaran masa silam atau menjelajahi perjalanan yang melelahkan dari terbentuknya kesadaran nasional sejak masih berbentuk primordial awal hingga terbentuknya negara moderen seperti sekarang. Melalui cerita itu, travelers memahami cara pandang nenek moyang mereka, simbol-simbol di artefak dan segala potongan yang membentuk identitas budaya mereka.

Namun heritage travel bukan hanya soal menemukan akar keturunan seseorang. Sering kali, itu juga merupakan perjalanan ke masa yang baru saja berlalu untuk mengalami kejadian-kejadian yang membentuk lingkungan sekitar kita sekarang.

Di Indonesia, perjalanan semacam ini mungkin belum populer. Di Amerika Serikat (AS) heritage travel amat populer. Para travelers mencari ikon sejarah yang tampak jelas -tempat terjadinya peperangan, tempat terjadinya protes hak-hak sipil- yang penting dalam pembangunan suatu bangsa.

Negara-negara bagian di AS menangkap peluang adanya heritage travel yang semakin populer itu. Banyak negara bagian telah membuat program turisme cultural heritage yang didisain untuk mempromosikan situs-situs tertentu dan monumen di negara bagian tersebut. Data terakhir, ada lebih dari 74,000 area bersejarah, taman nasional, danlandmark yang berkaitan dengan heritage travel yang telah diidentifikasi untuk kemudian dipreservasi dan kemudian siap untuk dikunjungi di negara itu.

Bekerja di Saat Hamil

Posted by vidila on August 7, 2009

hamilBulan-bulan pertama biasanya penuh dengan perjuangan bagi calon mama baru, karena selain “ditemani” dengan rasa mual, sakit kepala, nyeri punggung, tapi juga bisa mengganggu aktivitas bekerja. Nah, saran berikut mungkin bisa membantu agar Anda tetap oke bekerja meski sedang hamil

• Berterus teranglah pada rekan kerja dan atasan, tentang perubahan yang mungkin terjadi pada Anda dalam minggu-minggu mendatang. Anda mungkin akan perlu lebih sering duduk atau istirahat sejenak.

• Buatlah senyaman mungkin di tempat kerja. Pasang ganjal kaki atau bantal kursi agar Anda bisa duduk lebih nyaman.

• Usahakan seminim mungkin terpapar asap rokok. Kenakan masker bila ruangan Anda tidak bebas asap rokok.

• Jangan angkat-angkat barang, apalagi yang berat. Kalau harus mengambil sesuatu di lantai, jangan membungkuk tapi berlututlah. Bila perlu, jangan ragu untuk minta tolong.

• Jangan gampang terpancing emosi. Hamil memang bikin lebih sensitif. Tariklah napas dalam-dalam bila Anda merasa emosi mulai naik.

• Kenakan pakaian yang nyaman, seperti sepatu tanpa hak. Kalau tempat kerja menuntut Anda harus mengenakan pakaian tertentu, ijinlah pada bos untuk memberikan pengecualian.

• Pilih baik-baik makanan yang Anda konsumsi di luar rumah, agar aman dan sehat bagi janin.

• Jangan terlalu capek bekerja. Anda tetap harus agak mengerem aktivitas, agar kehamilan berjalan lancar dan tidak terjadi kelahiran prematur.

the Kitte Runner ~ Khaled Hosseini

Aku memiliki satu kesempatan terakhir untuk mengambil keputusan untuk menentukan apa jadinya diriku. Aku bisa melangkah memasuki gang itu, membela Hassan menerima apa pun yang mungkin menimpaku, atau aku bisa melarikan diri. Akhirnya, aku melarikan diri.

Amir telah mengkhianati Hassan, satu-satunya sahabatnya. Saudaranya. Rasa bersalah menghantuinya. Menyingkirkan Hassan dari kehidupannya adalah satu-satunya pilihan yang ada. Namun setelah Hassan pergi, tak ada lagi yang tersisa dari masa kecilnya. Seperti layang-layang putus, sebagian dari dirinya terbang bersama angin. Tetapi, masa lalu yang telah terkubur dalam-dalam pun senantiasa menyeruak kembali. Hadir membawa luka-luka lama. Dan seperti layang-layang, tak kuasa menahan badai, Amir harus menghadapi kenangan yang mewujud kembali.
The Kite Runner adalah sebuah kisah penuh kekuatan tentang persaudaraan, kasih sayang, pengkhianatan, dan pederitaan. Khaled Hosseini dengan brillian menghadirkan sisi-sisi lain dari Afghanistan, negeri indah yang hingga kini masih menyimpan duka. Tetapi, bahkan kepedihan selalu menyimpan kebahagiaan. Di tengah belantara puing di kota Kabul, akankah amir menemukannya?
“Kuat dan menyentuh”. The New york Times Books Review
“Menghanyutkan” San Francisco Chronide
“Luar biasa” People
“Luar biasa” The New York Times
mb of God,adalah sebuah nama yang muncul ketika sebuah lembaga survey terkenal di Indonesia, bernama AC Nielsen menerbitkan Laporan berjudul "SURVEI MUSIK ROCK di JAKARTA" di tahun 2006 lalu. Menurut laporan di dalam buku ini anak muda di SMP dan SMA di Jakarta sebanyak 84.7%, mengenal dan menyukai band ini.Band ini juga disebut sebagai pelopor genre baru dari scene Metal yang disebut Metalcore yang merebak digandrungi oleh anakmuda di seluruh dunia, tak lupa di Indonesia. Konser Lamb of God kali ini di Indonesia , pada tanggal 9 Maret 2009 nanti , dalam rangka promosi album mereka yang akan dirilis di bulan Februari 2009 dengan tajuk " WRATH"